Kembali ke…Desa (Desa Wisata Kembang Arum, Sleman)

gubug2.JPGSawah hijau menghampar. Ratusan pohon salak dengan buahnya yang bergelantungan, siap dipetik. Semilir angin segar dan gemercik air sungai menerpa indera.

Bunyi kentongan yang dipukul dengan harmonis menyambut kedatangan kami di Desa Wisata Kembang Arum, Turi, Sleman.

Inilah ungkapan selamat datang khas Desa Wisata Kembang Arum. Sebuah desa yang memiliki panorama alam menakjubkan. Selain sawah hijau yang terbentang, desa ini memiliki sungai yang membujur dengan batu-batu besar, kebun salak yang bertebaran dan penduduk yang ramah. Desa wisata ini memang sengaja diperuntukkan bagi pengunjung yang jenuh dengan suasana perkotaan yang panas dan berdebu. Di sini saya disuguhi aroma tradisional khas pedesaan yang mulai ditinggalkan orang.

Untuk menemukan desa ini tidaklah terlalu sulit. Saya menyusuri jalanan ke arah Turi, menuju ke desa Donokerto dan nampaklah sebuah tanda yang dipasang di pinggir jalan, “Selamat datang di Desa Wisata Pratista Kembang Arum”.

Memasuki Desa Wisata Kembang Arum, saya melintasi jalanan selebar satu mobil sedan. Sangat asri, dihiasi berbagai tanaman di pinggir-pinggirnya dan kebun salak dan kokosan di balik pagar. Daun-daun pohon kokosan menaungi jalanan itu, seperti memayungi pejalan kaki atau pengendara, melewati rumah-rumah penduduk yang berjajar rapi dan bersih.

Tempat singgah pertama adalah sebuah bangunan yang diberi nama Rumah Kesenian Arum Laris. Di bangunan ini, kita bisa belajar tentang gamelan. Seorang warga, masih dengan baju tradisional Jawa memperkenalkan berbagai nama alat-alat gamelan.

Saya dan rombongan treking menyusuri pinggiran sungai, melewati jalanan berbatu yang ditumbuhi rumput-rumput menuju ke gazebo, sebuah area luas tempat anak-anak bisa bermain.

Dalam perjalanan treking, sempat juga kami mampir ke sebuah spot yang didekorasi seperti salon dan karaoke. Hery Kustriyatmo, pengelola Desa Wisata Kembang Arum mengungkapkan, salon dan karaoke sengaja dibangun a la kampung, dengan atap anyaman bambu. Tempat duduk untuk potong rambut pun dibuat seperti sapi agar anak-anak merasakan hal yang berbeda dari salon-salon di kota.

Tiba di gazebo, permainan jathilan langsung digelar. Bagi yang tidak kebagian jaran kepang memilih naik egrang dituntun pemandu yang juga warga desa. Atau bermain memanah babi hutan, yang tentu saja bukan babi hutan betulan, melainkan gabus yang digambar menjadi babi hutan.

Tak hanya itu. pengunjung pun boleh melukis di kanvas yang sudah disiapkan, melihat pembuatan tikar anyaman serta ikut menumbuk beras dengan alu. Aktivitas terakhir ini diperagakan oleh perempuan-perempuan tua warga desa.

Saya sebenarnya ingin mencoba membajak sawah, tapi rupanya harus menahan keinginan, karena bocah-bocah yang juga pengunjung berebutan naik ke atas bajak dan mengitari sawah dengan riangnya.

Hari sudah menjelang siang ketika bocah-bocah dengan baju berlumur lumpur akibat bermain di sawah mulai membersihkan diri di sumur. Saya memilih duduk di bale bengong sambil menyesap panorama yang memanjakan mata. Istirahat saya isi dengan segelas teh hangat serta gorengan.

Dimas, salah satu pengelola Desa Wisata kemudian mengajak saya turun ke sungai yang jernih airnya. Dengan bertelanjang kaki dan celana yang saya angkat hingga menggapai lutut, saya menerjang sungai. Airnya yang jernih sangat segar. Beberapa kali saya hampir terpeleset karena batu-batunya yang licin.

Dimas juga menunjukkan beberapa gua yang ditemukan di sekitar sungai serta beberapa tempat yang di pertemuan sungai yang beberapa kali dibuat orang mencari ilmu. Suasana magis memang cukup terasa di sungai itu.

Desa Wisata Kembang Arum terbentang hingga 22 hektar. Aktivitas di desa wisata ini dibuat berdasarkan perjanjian. Pengelola desa wisata menyiapkan serangkaian program sesuai dengan keinginan pengunjung. Tarifnya pun disesuaikan dengan aktivitas yang diikuti, mulai dari Rp12.500 hingga Rp250.00. Tarif terakhir ini sudah termasuk aktivitas, makan dan menginap serta bonus pijat tradisional oleh para sesepuh desa sambil mendengarkan dongeng tentang kehidupan desa.

Hery juga menyebutkan, untuk ke depannya Desa Wisata Kembang Arum akan ditambah dengan fasilitas spa alam. Pengunjung bisa menikmati fasilitas spa di alam terbuka yang segar.

Pelesir saya kali ini ditutup dengan makan siang a la tradisional, nasi gurih yang ditakir daun pisang dengan lauk urap-urapan, tempe goreng, telur rebus dan peyek teri yang nikmat. Untuk oleh-oleh teman-teman kantor, saya pun menyandang satu keranjang salak yang dijual warga dan dua kantong kresek kokosan.

Meninggalkan Desa Wisata Kembang Arum seperti keluar dari oase peristirahatan dan kembali ke kesibukan kota Jogja…lagi.

40 Comment(s)

  1. aku tertarik ma photo2 keindahan alamnya. boleh dong tampilkan yang lain….

    abdurroqib | May 10, 2008 | Reply

  2. Asri sekali ya… Indah

    Qie | Jun 2, 2008 | Reply

  3. tahun lalu aku KKN di kembang arum, dan beberapa kali ke desa wisata ini… tempatnya memang benar2 refreshing.. sampai sekarang aku masih selalu pengen kembali ke sana,, suasananya bener2 adem dan menyenangkan…. =)

    sayang belum banyak yg tahu tempat ini, semoga kedepannya promosi mengenai desa wisata ini makin baik lagi..

    dita | Jun 17, 2008 | Reply

  4. skrang aq lagi KKN di sini sampai tgl 25 besok…
    kyaknya bener2 pengalaman ga terlupakan kkn di sini…

    so many things i’ll be remembered..

    inget2 waktu bakar2 ikan,jagung di desa wisata, waktu outbond ma pemuda wetan kali ma Turi, maen gldiator, volley lunmpur, bakiak…

    trus qt anak2 kkn pada photo2 di gubug…uhmmm
    maen2 di sungai, nabuh gmaelan,dll

    seruuuu abizzz

    grace | Aug 18, 2008 | Reply

  5. Untuk menghidupkan perasan manusia yang mati, perlu disuguhkan pada alam, karena alam itu nyata, dan sebaik-baiknya referensi adalah kenyataan.
    bolehlah… q minta pemandangan yang lain… yang asli kreasi Tuhan. Terimakasih

    abdurroqib | Aug 26, 2008 | Reply

  6. mbak lisa terimakasih atas perhatian dan kerjaamanya.Sekarang desa wisata kembang arum sudah menjadi juara 1 lomba desa wisata se kabupaten sleman.sekarang lebih bagus,kapan main kesana lagi dengan sang suami dan lainya.thx…

    pak hery kembang arum | Oct 18, 2008 | Reply

  7. woizzzzzz….g sia-sia aq tinggal disini!!!dr dulu kembangarum emank maknyuzzz

    wanti (crew13 tan-x) kembangarum | Nov 13, 2008 | Reply

  8. desa memang ngangenke….
    dan orang-orang kota semakin merindukan nuansa desa nan asri yo?

    Ndoro Seten | Nov 14, 2008 | Reply

  9. pernah mancing di sempor sama…hehehe
    Kembangarum memang Arum! Apalagi….

    giri | Nov 26, 2008 | Reply

  10. Lama sudah aku ga pulang kampung, mbangarum yg kucinta. Teringat masa kecilku ketika maen di kali sempor,menyusurinya dari tempuran turi tempat ngadusi kuda kepang kalo mau pentas jathilan, sampai bendungan sempor, terus ke selatan sampe ndukuh. Begitu pulang kerumah pasti di omelin ma ibu :-P .Tak lupa salam buat teman2 masa kecilku : supri, suprih, yuli, ateng, si is, anung dan laen2. Salam hangat dari mBATAM..

    Hernawan | Dec 12, 2008 | Reply

  11. hoi..hoi..hoi..hoi..mas nya yang dari mBatam..wah kanca2mu dah keluarga smw… y bsok kalo pulang maenn ke sempor lagi…

    topx | Jan 12, 2009 | Reply

  12. wah bret.. kq koe tiru2 tulis comment neng kene bret??

    topx | Jan 12, 2009 | Reply

  13. desa wisata kembangarum g ada matinya,,,,
    eh bwt ms topx,,
    ayo latian gamelan sing rajin….

    wanti cebretz | Feb 7, 2009 | Reply

  14. halo mbak lisa… salam kenal..
    wah menarik sekali postingnya…
    hmm mungkin berhubungan sama penelitian saya disini… untuk informasi lebih lanjut mengenai desa Kembang arum bisa cari di mana ya mba… atau bisa hubungi siapakah?…

    terimakasih sebelumnya,

    salam
    nisa

    nisa´s last blog post..Himeji Conference Tadao Ando Trip

    nisa | Feb 14, 2009 | Reply

  15. halo mbak nisa…
    mbak mau penelitian di sini ya?
    langsung aja datang ke desa wisata kembangarum,
    jalan Turi Km. 7 atau jalan Magelang km 12 ke utara (pertigaan Beteng) 7 km….
    atau bisa hubungi sdri. suwanti di 085729281107..

    topx | Feb 18, 2009 | Reply

  16. bwt mbk c-breeeee…..tttt…..
    dicari mr diyana tuh…
    disuruh ke srumbung lagi…
    hahahahahahahahahahahahahahaha…………
    hhhhhhhaaaaaaahhhhhhh………

    topx | Feb 18, 2009 | Reply

  17. wah ternyata mbak suwanta prj wdd marah2 nmr ha-pe’nya tak pajang… ya abisnya aku aak tau nmrnya pak heri…
    bwt mbk c-breeeee…..ttt…nya kalo punya nmrnya pk heri ya tolong ditulis ya….

    topx | Feb 19, 2009 | Reply

  18. Hai…salam..kenal…hobby travelling juga ya, mbak??

    MemeY´s last blog post..Bahagia…

    MemeY | Feb 19, 2009 | Reply

  19. mau nanya nomor telepon pengelola desa wisata kembang arum. hari liburan minggu depan saya dan temen2 berkeionginan untuk ke situ

    heri yanto | Mar 1, 2009 | Reply

  20. buat mas heriyantoo..
    klo mw ke sana ya datang aja, gak papa koq…
    nanti bisa ketemu yang namanya Pak Heri, itu pengurus di situ, ato klo gak ya hubungi nomornya mbak wanti di atas ato sdr. susilo di 087838127770 atau saya sendiri di 0818467245…
    makasih…

    topx | Mar 2, 2009 | Reply

  21. Mow tanya neh tarif di kembang arum brapa ya? dari masuk aja ampe macem2 kegiatan spt outbond. tq

    sahda | Mar 2, 2009 | Reply

  22. Bact to basic mbak Lisa…
    Sungguh nyaman berada ditengah sawah bersama angin sepoi-sepoi…
    Menikmati lambaian padi menguning dan aroma pohoh kelapa…

    tengku puteh´s last blog post..DUA PULUH LIMA TAHUN, SEPEREMPAT ABAD SUDAH

    tengku puteh | Mar 2, 2009 | Reply

  23. kurang gubuk atau tempat berlinbung dikala hujan. pelayannya kurang ramah.

    novenia | Mar 3, 2009 | Reply

  24. maaf, mbak kalo gubuknya kurang, sebenernya sudah cukup banyak, tapi mungkin karena jaraknya yang jauh, jadi terlihat sedikit..
    untuk pelayanan, kami mohon maaf, masukannya kami terima untuk perbaikan sarana prasarana dan sumber daya kami…
    terima kasih atas kritiknya..

    topx | Mar 9, 2009 | Reply

  25. buat mbak sahda…
    untuk tarif masuk kalau untuk main gratis, tetapi kalau mau datang rombongan harus confirm dulu, 5000 per orang, untuk makan, outbond dll ada tarif tersendiri…

    topx | Mar 9, 2009 | Reply

  26. aq termasuk salah satu warga kembangarum yang sudah lama merantau untuk memperbaiki kehidupan, semoga sukses selalu,

    kembangturi | Mar 23, 2009 | Reply

  27. wach….
    aku yang warga Sleman kok malah belom pernah kesana ya?

    pacarkecilku | Apr 2, 2009 | Reply

  28. aku jadi pingin pulang, lama tidak pulang kampung, salam buat teman-teman

    kembangturi | Apr 27, 2009 | Reply

  29. desa kembang arum, asyik sekali. keadaan alam masih alami sekali

    ari | Sep 17, 2009 | Reply

  30. mbenjang menopo malih saget sowan…..kulo saking Kembangarum XV Balong……
    Ning sak meniko sampun tebih sanget saking dusun wetan kali….
    Mas topx nitip salam kagem rencang-rencang TAN-X,…….kuangene puoooolllll….adus ning kali sempor…..

    endik | Oct 28, 2009 | Reply

  31. Kula wong Sleman kok dereng ngertos lan dereng tau nggig

    Irul | Nov 3, 2009 | Reply

  32. pernah dengar saja, tapi blum kesana… nunggu waktu yang tepat sekalian mudik ya mbak ?

    eko magelang | Nov 10, 2009 | Reply

  33. heemm…pokoké ok dah!

    dén prié | Dec 4, 2009 | Reply

  34. Pagi mbak Lisa…
    Sepertinya melakukan perjalanan ke Desa Kembang Arum sangat menyenangkan…..
    Saya juga ingin berkunjung kesana, boleh tau contact person nya di Kembang Arum, agar kami bisa menghubungi personil di Kembang Arum.
    Tks banget infonya.

    Nyoman | Dec 20, 2009 | Reply

  35. salam buat mas yuli, maestro pahat yg berangkat dari petualangannya di berbagai, daerah, pulau dan negara, bermodal nekat baik, serta kegigihannya mewujudkan desa wisata kembang arum di Turi Sleman Yogyakarta. terima kasih buat masukannya mas yuli kemarin, dan aku mintakan kepada Tuhan pencipta alam agar beliau segera mendapat pendamping hidup. amin

    sony | Dec 25, 2009 | Reply

  36. ni mba saya kasih contact nya 0274 7160041atau datang j ke gedung jsc dekat kirota bakeri kota baru yogyakarta

    tyu | Jan 13, 2010 | Reply

  37. GREAT…Sembada…!
    Makasih tuk sharingnya ya mBak… salam kenal!

    maztrie™ | Jan 24, 2010 | Reply

  38. au ingat mandi di sempor pertama tahun 1977-78…d utara jembatan randu 9,…tahun 82-83 d sempor/wetan kali,,,,ha ha kangen banget,..putune PAK DE CARIK JALMO WIDODO,..HA HA SALAM dari amerika,..kunjungi web facebook ,warga kec turi, ROMIKA SOUND SYSTEM JOGJA…etc

    ROMIKA | Feb 6, 2010 | Reply

  39. Nderek bingah lan mongkok awit desa kembangarum saget kondang kawentar lumantaran desa wisata wonten wetan-X salam kagem poro sesepuh lan sederek sedoyo wonten mriki, (agus Samarinda kaltim)

    agusturino | Feb 7, 2010 | Reply

  40. alllooooowwwww…….
    Piye kabare tan x……….
    Desa wisata soyo siiiipppp wae…….
    Pokoknya gak bakalan lupa ma tan x de….
    Cayo teruz ya,kompakin terus pemuda pemudi tan x…..
    tingkatin teruz ya desa wisatanya….
    I miss u….
    Gad bless u oooollllll……

    evie...... | Apr 4, 2010 | Reply

1 Trackback(s)

  1. Feb 9, 2009: from Be a Travel Writer : ladangkata

Post a Comment