By Lisa Febriyanti on Aug 31, 2007 in sapa | 17 Comments
Aku berdansa bersama bulan, gemulai diiring embun yang menerawang di udara
Aku berlomba bersama matahari, meliat memacu diri
Aku merajuk pada pelangi, bermanja melabuhkan resah yang merepih
Aku melangut pada hujan, dalam tetes airnya dan gemuruh suaranya
Aku berbisik pada angin, untuk menyampaikan pesan pada cinta yang terkebiri
Aku genggam bara api, kumpulan perih yang tak juga mau pergi
Aku bersetubuh dengan alam…dengan kata-kataku….
[LADANGKATA telah dinominasikan sebagai salah satu BLOG PENDATANG BARU TERBAIK versi PESTA BLOGGER 2007]
By Lisa Febriyanti on Jul 23, 2008 in dongeng | 0 Comments
Surat untuk anak-anak Indonesia di penjuru Nusantara…
Apa kabar anak Indonesia?
Sudah cas cis cus berbahasa Inggris? Masih siap berdiskusi a la orang dewasa dengan orang tuamu? Masihkah kau simpan ceria dari taman bermain modern yang baru saja dibuka bulan lalu di kotamu? Atau sudahkah kau simpan baik-baik permainan mutakhir yang dibelikan orang tuamu? Jagalah semua itu dengan baik. Itu bagian dari tanggung jawabmu.
Bagaimana prestasimu? medali emas dari olimpiade pendidikan apa lagi yang kali ini berhasil engkau gondol atas nama Indonesia? Betapa bangganya kami semua di sini. Di saat para dewasa banyak yang sibuk berkutat dengan menghimpun pundi-pundi rupiah, dolar, euro dengan berpaling dari moralitas, engkau melaju dengan prestasi brilianmu. Hebat kau, Nak… Read the rest
By Lisa Febriyanti on Jul 17, 2008 in dongeng | 1 Comment

Di era perang pra kemerdekaan, tentu kita mendengar tentang Cut Nyak Dien, Christinan Martha Tiahahu. Lalu, di era kebangkitan nasional, Indonesia mengenal R.A. Kartini, Dewi Sartika yang memiliki semangat membahana memajukan bangsanya. Lebih maju ke depan, ada S.K. Trimurti, veteran pejuang tahun 1945 dan banyak mendedikasikan hidupnya di dunia perburuhan. Ah..para perempuan itu…
Beberapa waktu terakhir ini, saya banyak menandaskan waktu dengan membaca buku-buku epik dan sejarah (fiksi maupun non fiksi), terutama sejarah Jawa dan kehidupan Keraton di Jawa. Ada sepenggal kisah perempuan yang mencuat di sana dan cukup menarik bagi saya.
Pada awal tulisan, saya menyebutkan tokoh-tokoh perempuan di medan laga pertempuran, baik secara fisik maupun psikologis, dan kemudian menorehkan nama mereka sebagai pejuang Indonesia pada masanya. Kisah perempuan yang saya catat baru-baru ini ibarat nota tak berjudul dan masih sepenggal-penggal.
Read the rest
By Lisa Febriyanti on Jul 3, 2008 in terpaku pada...., dongeng | 3 Comments

Para penggemar Harry Potter mungkin tak asing lagi dengan nama Sirius. Beberapa kali Sirius Black muncul pada serial paling laris ini sebagai ayah angkat Harry. Tapi Sirius yang akan saya ceritakan di bawah ini bukan tentang sang ayah angkat. Dia adalah sebuah bintang.
Pada malam-malam tertentu, saya senang sekali memandang langit malam. Sedikit menghangat ketika mata saya bertumbuk pada kelip kelip cahaya di sana. Renik, namun putih benderang. Bintang. Entah kenapa, saya senang sekali menyapa bintang. Dengan segenap imajinasi, pikiran saya terbang, sejauh jarak bintang itu dengan diri saya. Menyelami jalannya kehidupan, hanya melalui seberkas cahaya bintang. Dan saya sering terpaku dan mencari satu kelip paling terang di langit malam, Sirius.
Read the rest
By Lisa Febriyanti on May 23, 2008 in bahasa, dongeng | 12 Comments

“Cha, kapan pulang ke Jawa?”
Sudah beberapa kali saya mendengar pertanyaan ini. Dan itu seringkali diungkapkan oleh mereka yang sepanjang hidupnya tinggal di Jakarta, baik Betawi maupun bukan. Lah, emangnya Jakarta bukannya ada di Jawa ya? Saya yakin, banyak diantara Anda juga sering mendengar atau ditanya seperti itu. Hmmm, kenapa begitu ya?
Saya lalu iseng melakukan penelusuran di dunia maya tentang hal ini. Dan menemukan beberapa hal berbau primordialisme yang masih terpelihara. Saya rangkum cuplikannya di sini:
Read the rest
By Lisa Febriyanti on May 20, 2008 in pelesir, dongeng | 7 Comments
100 Tahun Peringatan Kebangkitan Nasional Indonesia

20 Mei, Kebangkitan Nasional. Saya bergabung bersama Komunitas Historia Indonesia, menjelajahi Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta di waktu malam. Merunut waktu perjuangan Indonesia menjelang kemerdekaannya. Jelajah malam ini menyimpulkan beberapa petikan dalam memaknai kebangkitan Indonesia.
Kebangkitan Indonesia ditandai dengan kebangkitan kaum intelektual di awal abad 20. Imbas dari politik etik pemerintah Hindia Belanda di bidang irigasi, edukasi dan transmigrasi, lahirlah intelektual-intelektual Indonesia yang menjadi tercerahkan atas nasib bangsanya.
Read the rest